Langsung ke konten utama

Postingan

Tidak Penting

  Tidak penting Dua kata namun sangat menyakitkan Katamu, katanya, dan kata mereka Ceritaku sangat tidak penting Aku berpikir, apa aku terlalu banyak bicara? Sampai - sampai kata "tidak penting", Menjadi sebuah bumerang bagiku Sejujurnya, aku hanya tidak tahu saja Bagaimana mengekspresikan apa yang ada dihatiku Aku hanya mampu bercerita dengan jelinya Sehingga mungkin membuat pendengarku tidak nyaman Lain kali, aku hanya menjadi telinga Biar kalian menjadi bibirnya, aku bisu Aku berpikir, lebih baik diam dan mendengar Daripada mengatakan yang tidak penting untuk didengar Aku hancur, jujur Namun tidak apa, aku hanya harus terbiasa Terbiasa untuk mendengar dan menyimpan ceritaku sendiri Apa aku tidak cukup pandai bercerita? Atau mereka hanya ingin didengar tanpa mendengar kembali? Aku sadar, yang mengerti diri kita hanya diri sendiri Kadang bercerita apa yang terjadi hari ini, dimalam hari Membuat dadaku sesak, menjadi lega setelahnya Maaf atas segala ce...

Mawar Ketiga (Masih Ada)

Hati kembali mengarungi lautan  Kembali menerjang ombak di lautan sana  Nyatanya kapal itu ada, belum tiada Labuhan itu masih sama, belum tiada  Nahkodanya masih sama,tapi berbeda Derasnya arus membuatnya lebih keras  Lemahnya kapal membuatnya terlihat kuat Entah, mengapa secapat itu dapat mengubah segalanya.  Serasa baru kemarin kapal itu pergi.  Kemudian kembali, membawa mawar ketiga itu. Tanpa permisi, kembali berlabuh Tanpa sekat, tanpa takut, ia kembali. Dan labuhan itu, dengan segala kekurangannya. Ia menerima kapal itu bersandar, lagi. 27/08/20 #CFZ

DEMONOLOGY versi Christine Frederica

Halo kawan - kawan! Kali ini saya mau menjelaskan asal usul  persetanan (demonology) versi saya . Versi saya merupakan hasil dari pembacaan alkitab dan ditemani penelusuran google yang indah ini. So, let's check it.  Awal mula saya penasaran tentang apa itu "Demonology" karena salah satu pendeta yang pernah saya temui adalah  ex dukun pernah bersaksi tentang "Demonology". Singkat cerita, saya jadi penasaran untuk "Tahu" bukan untuk "Mencoba" tentang apa itu "Demonology" dan apa kaitannya dengan "Iluminati" (akan dibahas blog saya berikutnya) Demonology adalah dari kata dasar Demon yaitu iblis/ setan; Logy  adalah ilmu, maka Demonology adalah suatu ilmu yang mempelajari tentang setan dan segala yang terkait tentang "setan".  Demonologist adalah suatu profesi yang berkaitan dengan supranatural tentang iblis dan setan, berkaitan cara memanggil dan memulangkan juga mempelajari konsekuensi dari berseku...

Bukan Aku, hati

Andai waktu dapat ku putar Tidak akan ada ruang lagi  'Tuk ku patahkan kembali hati ini Hancur lagi apa yang ku bangun Mengapa aku dapat sebodoh ini?  Aku gagal memperbaiki semuanya Hatiku, diriku, kamu Seharusnya memang tak bersama (lagi) Aku harus sadar diri Hati ini hanya terjebak  Kenangan yang ku mau Bukan kamu, bukan kamu lagi Cukup kataku... Hatiku hambar antah berantah Apa itu cinta? Seperti apa bentuknya?  Rupanya? Wanginya?  Aku lelah, maafkan aku hati Aku salah memulai langkah ini Mari lepaskan kembali(lagi) Dia bukan untukku, bukan 'tuk kita Dia bukan dia lagi... Maafkan semua, ini salah ku. 24/05/20  -CF

Corona Virus (COVID19)

Teruntuk virus corona  Tega pikir ku. Setitik dirimu menggemparkan dunia setitik dirimu menyeludup hingga seluruh bangsa Terbuat dari apa hatimu?  Hingga ribuan insan berpulang Hingga ribuan tangis pecah, 'tak ucap kata pisah Nahasnya manusia kau buat! Cepatlah pergi! Kami rindu bumi kami Corona,lihatlah!  Langit membiru hari ini, apa itu baik? Ku harap. Bumi semakin sehat ku lihat. Manusia menepi, Bumi menepi, Mahluk menepi. Sunyi, tak ada asap, tak ada mesin, tak ada lalu lalang. Semua menepi sejenak, entah menjadi berkat atau kutuk darimu. Tuhan, kapan ini berakhir?  Manusia merasa tak sanggup menepi Hari raya pun menjadi terpuruk Kami rindu kami yang dulu  Cepat lah pulih bumi ku  Cepat lah pergi Corona! #CF

Sekembalinya Aku

Sebelumnya, izinkan aku memperkenalkan diri.  Nama pena ku Tine, saat ini aku sebagai mahasiswa di Universitas Swasta.  Aku menulis blog dari 2015, btw ini blog kedua aku yang sangat aku manjakan.  Tema aku perbarui, tulisan aku perbarui. Sangat dimanjakan! Anyway, kalau ada yang mau jadi sobat pena ku, boleh e-mail aku ya! Kita bisa bertukar pikiran dan tulisan.   Sobat pena ku, mohon maaf sekali sudah hampir 8 bulan  aku tidak aktif dalam blog ini. Tapi, aku punya segudang cerita untuk dituangkan.  Bingung. Mulai dari bercerita kah? atau berpuisi?  Hela ku. Siapa pula yang akan menjadi pembaca setia dari blog ini ? Tak masalah. Aku suka menulis.  " Dengan menulis, sampai mati pun akan terkenang. Dunia akan mengenalmu lewat tulisan itu. " -Fiersa Besari Sekembalinya aku ini bukan cuma - cuma mengaktifkan blog saja. Tapi bangkit dari patah hati. Iya, kata orang patah hati bisa jadi karya.  Betul, beberapa karya ini dipers...

Tidak Ada Mawar Ketiga #prolog

#prolog soal rasa aku kamu diantara kita yang pernah menyatu  Dan sekarang membuat jarak antara jurang  Tak memiliki titik temu dan dikelilingi tembok berbata merah  Kita pernah menjadi dua  Sebelum akhirnya melepaskan diri, m enjadi seorang kembali.  Lucu cinta itu.  Aku terombang ambing dibuatnya, Menjadikan aku bergantung pada mu,  Dan melepaskan aku dari mu  Tanpa pernah mengajari aku bagaimana hidup tanpamu.  Aku pun terjebak diruang kenangan,  Sedang kamu selayaknya sedang bahagia disana Aku pun terjebak diruang kemanjaan,  se dang kamu sedang memandirikan diri untuk memanjakan yang lain.  Aku terpuruk. Jatuh. Hilang.  Dan kau pun tak ada.  Aku mawar pertama dan kedua.  Tak ada ketiga, bukan aku, bukan kita.  Entah siapa. Mungkin dia.  Aku mawar pertama dan kedua.  Menyimpan paksa kenangan hingga mengering, dan utuh.  Kau pun memberi mawar ketiga segar itu bukan p...

Kisah Setelahnya

Ketika masa putih abu - abuku habis.  Kisah cintaku juga habis.  K etika masuk awal perkuliahan Kisah baru pun juga menghampiri. Seandainya aja dahulu aku tau,  bahwa cintaku hanya indah sesaat di putih abu - abu.  Memang benar adanya, berakhir mengabu.  Ah, sungguh nahas sekali rupanya.  Aku pun tak tahu mengapa begitu yakin,  bahwa yang sesaat itu akan menjadi selamanya.  Aku jujur, cinta itu emang indah.  B ergantung pada siapa kamu sedang mencinta.  Tapi jangan mencinta, kalau tak siap buat patah hati.  Karena dari pertemuan akan ada perpisahan.  Entah berpisah secara tragis atau baik baik saja,  atau mungkin bisa menjadi akhir yang berlanjut bahagia.  Semua bergantung pada orang yang kita cintai dan Tuhan.  Ya, kini aku sedang tidak siap untuk patah hati.  Patah hati yang lalu terlalu berat.  Hingga mau bangun kembali pasti jatuh lagi.  Sudah, lebih baik ku bereskan dahu...

Traumatis

Cinta menjadikan ku takut Bukan bahagia lagi, sudah sirna.  Cinta bukan lagi menghangatkan ku Dingin, tak berdekatan. Entah aku tak tahu jua. Mengapa se-tragis itu?  Tragedi menangis sedu  Menghunjani sisi senja nan syahdu Ah bodohnya! Untuk apa lagi ku tangisi Tiada guna lagi untuknya Hanya kebodohan saja meliputiku.

Sewajarnya

Manusia datang dan pergi,  Dengan berbagai alasan. Ada yang permisi,  Ada pula yang pergi begitu saja.  Hidup tidak bisa bergantung dengan manusia Karena raga dan jiwa manusia sulit ditebak.  Niscaya, siapa yang tahu hati manusia?  Berkawan lah sewajarnya,  Mencintai lah sewajarnya  Karena esok belum tentu,  Dia yang kau cinta,  Dan dia yang kau sayang memiliki perasaan yang sama tiap harinya. Hari ini aku belajar sewajarnya.  -aku yang tidak percaya akan cinta. #CF

Cerita Apa Hari Ini #3

Cerita Apa Hari Ini #3 Aku. kamu. Awal. pertama kali mengetahui mu, setelah beberapa hari aku singgah di sekolah baruku. Awalnya aku tak peduli. Siapa kamu? Bagaimana kamu? dan Kenapa harus berbicara dengan mu? Aku tak peduli. Hingga akhirnya Gie menyukai mu lebih dulu. Mungkin sinaran matamu bukan mempesona ku, tapi Gie. Aku bahagia mendengar bahwa Gie, sahabatku menyukai lelaki yang dia idamkan. Sementara aku? tak pernah peduli apapun itu. *** mengenal mu secara singkat, tak serta merta mempengaruhi hidupku. Kehadiran mu salah satu wujud cinta yang aku dapatkan. Tak pernah aku menduga bahwa sosok kamu yang mengisi ruang kecil hatiku. Aku harap ruang itu belum berdebu. Sudah resign yang bekerja, dan memilih untuk pensiun dini dari hati yang tampak layu. Ah sudahlah, tak akan ada habisnya berbicara pada masa lalu. Seandainya pintu kemana saja itu nyata. Aku ingin bertemu lagi dengan mu. Bukan mengubah waktu yang sudah lalu. Aku rindu sejujurnya, tapi sudah tak berarti lagi. Se...

Kita yang Beda

selamat sore senja terimakasih telah menemani ku mengukir cerita cerita cinta yang amat terpuruk bukan karena sakit tapi karena perbedaan Aku dan kamu sama Ya tepat kita manusia kita punya hati kita punya rasa kita punya iman kita punya Tuhan cinta itu tumbuh entah bagaimana ceritanya ku tahu kau pasti ingat tentang apa yang akan jadi akhir dari cerita cinta kita? Tuhan, hati ku teriak bukan karena tersakiti tapi karena rasa cinta yang tumbuh bukan dari insan yang sama kita berbeda, Tuhan. ketika kau mempertemukan yang berbeda menjadi satu apakah akan menyatu atau berpisah? hati ku gundah Tuhan mencintai manusia dari Tuhan yang berbeda Tuhan mu dan Tuhan ku tak bisa jadi satu di dunia ini kita berbeda, sayang. Restu ilahi dan orang tua akan menjadi beban untuk kita berdua, sayang. kenapa kita berkenalan? nyatanya kau tau Tuhan ku dan Tuhan mu berbeda Lantas nasi telah menjadi bubur kenangan akan kah tetap jadi kenangan? atau kenangan akan menjadi...

Cerita Apa Hari Ini? #2

Aku. Kamu. Dia.  Melanjutkan hari sekolah seperti biasanya dan berulang terus menerus tanpa henti. Aku rindu. Sosok pria yang di idam-idamkan wanita lain. Lantas, siapa yang harus ku idamkan? Ketika semua Rama telah ditemukan oleh Sinta-nya masing - masing?  Seketika menoleh sosok Romeo yang selama ini kucari, terpaksanya aku memilih dia.  Hari berganti hari. Aku menjadi kian suka dengannya. Romeo.  laki-laki dewasa bertubuh atletis hanya saja berbeda jurusan dengan ku, Stevano. Iya, Stevano. Tapi itu semua hanya angan. Cintaku tak pernah dibalas. Tak terbalaskan. Tak apa. Lain kali aku akan mencoba menjadi biasa saja dengannya. Tak ada lagi surat. Tak ada lagi coklat. Tak ada lagi aku yang akan mengejarmu.  Disisi lain. Buat apa bersedih? Bukan untuk ku. Cukup sudah penantian selama setahun penuh. Berlari membuat ku jenuh juga. Lunglai kaki seakan melayang. Inikah yang dinamakan pupus?  Sudahlah. Biarkan aku mengadu tentang kepatah-hatian ini kepada...

Cerita Apa Hari Ini?

Aku ingat pertama kali mengenal mu.  Klasik. Namun berefek jangka panjang.  Luar biasa bila ku ceritakan mungkin satu web ini tidak akan cukup menceritakan kebahagian aku dan kamu.  Meski tak pantas kembali untuk mengingat.  Ijinkan aku menceritakan kepada bumi.  Perkenalkan aku Lyn. Klasik namun berkelas.  Aku tidak pernah memimpikan bersama dengan mu.  Tapi entah, takdir berkata lain.  Awalnya semua hanya suatu kesalahan kecil yang kuperbuat.  Aku. Kamu. Bertemu.  Dulu aku belum menaruh rasa, mengenal mu saja tidak.  Dengan anehnya aku hanya seorang siswi yang sedang menjalani masa orientasi bersama siswa siwi lainnya.  Aku pemalu, pendiam, pemurung. Seketika aku ribut dengan diriku sendiri yang tidak tahan dengan duduk sangat lama, aku butuh bebas. Tak sadar aku menyentuh laki laki, dengan sekejap dia menyorot mata sinis dihadapan ku. "Maaf" kataku. Tak masalah ia membiarkan pandangannya daripadaku. Namun berb...

Penjemu

Menarik beratnya nafas Memberikan ku sedikit kelagaan Dalam menjalani kehidupan saat ini Entah, aku menariknya kembali lekat lekat Seperti ada yang baru di kekosongan saat ini Entah apa itu, apa kau tahu? Di sudut perpustakaan di situ Kau akan menemui Jawaban dari seorang mahasiswi Menemui kodratnya dalam semester genap Sayang. Sinar mentari saja enggan bicara Apalagi sang insan. Ditatap pun canggung Esok apalagi yang akan ku temui? Masihkah fajar menyapaku? Atau senja yang menenggelamkan ku Hingga malan menyelimuti malangnya aku.

Perjalanan Bulan

Bulan, tiada malam tanpa mu Tiada hangat tanpa sinar rembulan mu Ku diam tersudut di ujung bumi Tiada kutik bersembunyi dibalik langit Bulan, sadarkah kau diriku retak Aku bagaikan bintang yang jatuh ke bumi Aku bagaikan bintang tanpa ekor Aku bagaikan bintang di langit api membara Aku bukan bintang sabit Aku bintang utuh Namun, Bulan tanpamu aku sabit Bagaikan hati yang bertepuk sebelah tangan Bulan bangunkan aku pada fajar Karena aku akan mengejar matahari Dan tak ingin bertemu senja dan malam yang sepi Biarkan aku menjadi meteor Menembus permukaan bumi Terbang bebas tanpa takut luka Aku berjuang Berjuang walau tak seindah pelangi akhirnya Berjuang mengelilingi angkasa yang luas Berjuang dengan bidang yang gores Bulan, aku siap tanpa mu Aku lebih baik menjadi meteor Menjalani kesendirian hati ku Sendiri tanpa senja dan malam…

Romansa Cinta di Jogja

Sepasang kekasih mengait hati yang tak terduga Membenci, awal dari rasa cinta itu Hingga jatuh dan lupa akan benci yang tercipta Romansa mengubah takdir Amukan purnama dalam diam Dinginnya angin malam menemani kekasih Kini hati yang fana Mencintai bagai Ramayana Berjuang untuk cinta sejati di Kota Istimewa Penghalang demi penghalang Mengubah takdir tanpa mengubah rasa Melangkah dengan langkah sigap Menanti tiap resiko yang akan terjadi Cinta tak semenyakitkan itu Hanya yang rela berkorban saja Memahami arti cinta seutuhnya Bukan karena bodoh, tapi berjuang Berjuang untuk suatu alasan Tanpa mengenal siapa Pahlawannya Biarkan rasa ini tumbuh di tanah istimewa Bagai Rama yang menjaga Sinta dengan seutuhnya Kisah Ramayana mengayomi tiap lembar hati ini Demikian cinta sepasang kekasih tertaut... Insipirasi Novel Raksasa dari Jogja  

Tiada Bulan di sana

Bulan Ribuan komet t'lah ku rengkuh Semua planet t'lah ku singgahi Dan hanya satu yang bersinar terang... Ku kira sinar terang itu dari mu Ternyata planet Mars telah memanggilku lebih dulu... Mungkin kedipan cahayaku kalah terang dengan kedipan matahari ... Hingga akhirnya planet Mars menyambut hangat cahayaku Kini ku singgah di Mars dan kau singgahi Matahari mu Ku harap, aku bisa melupakan mu Secepat larian komet tanpa asapnya...

Rindu

Rindu menawan hati ku Tatap kian menjaga ku Tiap senyum tiap tawa Mengunci ku dalam gelisah Menatap waktu  Seakan menggiring ku cepat Berlalu dari pandang mu Membuat ku rindu Ya, rindu.. Hari hari ku penuh hadir mu Tiada bosan kau buat Entah mengapa selalu rindu Kau tahu? Rindu itu menyiksa Jangan rindu Tapi ku sayang Jadi ya aku rindu Kerap kali tawa ku melintas Rayu mu yang melukis tawa ku Tingkah mu menggelitik Menjadi memori jika ku rindu Aku rindu Tanpa peduli ujung cerita kita Karena terbiasa dengan mu Aku rindu...

Hujan Risau

Kini hujan membangunkan ku Kini hujan menemaniku Hujan membawa ku hanyut Dalam rintikan dawai seirama Hujan dan malam senyawa dengan dinginnya sepi Hujan dan malam menyatu tiada berkutik Waktu tak berdetik cepat Seakan waktu menghitung tiap rintikan hujan Hujan menemaniku dalam risaunya rindu Hujan seakan menertawakan ku Hujan seakan menteriakan ku Akan besarnya petir yang akan datang Hujan...