Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Favorite Pembaca

Sewajarnya

Manusia datang dan pergi,  Dengan berbagai alasan. Ada yang permisi,  Ada pula yang pergi begitu saja.  Hidup tidak bisa bergantung dengan manusia Karena raga dan jiwa manusia sulit ditebak.  Niscaya, siapa yang tahu hati manusia?  Berkawan lah sewajarnya,  Mencintai lah sewajarnya  Karena esok belum tentu,  Dia yang kau cinta,  Dan dia yang kau sayang memiliki perasaan yang sama tiap harinya. Hari ini aku belajar sewajarnya.  -aku yang tidak percaya akan cinta. #CF

Kita yang Beda

selamat sore senja terimakasih telah menemani ku mengukir cerita cerita cinta yang amat terpuruk bukan karena sakit tapi karena perbedaan Aku dan kamu sama Ya tepat kita manusia kita punya hati kita punya rasa kita punya iman kita punya Tuhan cinta itu tumbuh entah bagaimana ceritanya ku tahu kau pasti ingat tentang apa yang akan jadi akhir dari cerita cinta kita? Tuhan, hati ku teriak bukan karena tersakiti tapi karena rasa cinta yang tumbuh bukan dari insan yang sama kita berbeda, Tuhan. ketika kau mempertemukan yang berbeda menjadi satu apakah akan menyatu atau berpisah? hati ku gundah Tuhan mencintai manusia dari Tuhan yang berbeda Tuhan mu dan Tuhan ku tak bisa jadi satu di dunia ini kita berbeda, sayang. Restu ilahi dan orang tua akan menjadi beban untuk kita berdua, sayang. kenapa kita berkenalan? nyatanya kau tau Tuhan ku dan Tuhan mu berbeda Lantas nasi telah menjadi bubur kenangan akan kah tetap jadi kenangan? atau kenangan akan menjadi...

Perjalanan Bulan

Bulan, tiada malam tanpa mu Tiada hangat tanpa sinar rembulan mu Ku diam tersudut di ujung bumi Tiada kutik bersembunyi dibalik langit Bulan, sadarkah kau diriku retak Aku bagaikan bintang yang jatuh ke bumi Aku bagaikan bintang tanpa ekor Aku bagaikan bintang di langit api membara Aku bukan bintang sabit Aku bintang utuh Namun, Bulan tanpamu aku sabit Bagaikan hati yang bertepuk sebelah tangan Bulan bangunkan aku pada fajar Karena aku akan mengejar matahari Dan tak ingin bertemu senja dan malam yang sepi Biarkan aku menjadi meteor Menembus permukaan bumi Terbang bebas tanpa takut luka Aku berjuang Berjuang walau tak seindah pelangi akhirnya Berjuang mengelilingi angkasa yang luas Berjuang dengan bidang yang gores Bulan, aku siap tanpa mu Aku lebih baik menjadi meteor Menjalani kesendirian hati ku Sendiri tanpa senja dan malam…

Tiada Bulan di sana

Bulan Ribuan komet t'lah ku rengkuh Semua planet t'lah ku singgahi Dan hanya satu yang bersinar terang... Ku kira sinar terang itu dari mu Ternyata planet Mars telah memanggilku lebih dulu... Mungkin kedipan cahayaku kalah terang dengan kedipan matahari ... Hingga akhirnya planet Mars menyambut hangat cahayaku Kini ku singgah di Mars dan kau singgahi Matahari mu Ku harap, aku bisa melupakan mu Secepat larian komet tanpa asapnya...