Langsung ke konten utama

Perjalanan Bulan

Bulan, tiada malam tanpa mu
Tiada hangat tanpa sinar rembulan mu
Ku diam tersudut di ujung bumi
Tiada kutik bersembunyi dibalik langit
Bulan, sadarkah kau diriku retak
Aku bagaikan bintang yang jatuh ke bumi
Aku bagaikan bintang tanpa ekor
Aku bagaikan bintang di langit api membara
Aku bukan bintang sabit
Aku bintang utuh
Namun, Bulan tanpamu aku sabit
Bagaikan hati yang bertepuk sebelah tangan
Bulan bangunkan aku pada fajar
Karena aku akan mengejar matahari
Dan tak ingin bertemu senja dan malam yang sepi
Biarkan aku menjadi meteor
Menembus permukaan bumi
Terbang bebas tanpa takut luka
Aku berjuang
Berjuang walau tak seindah pelangi akhirnya
Berjuang mengelilingi angkasa yang luas
Berjuang dengan bidang yang gores
Bulan, aku siap tanpa mu
Aku lebih baik menjadi meteor
Menjalani kesendirian hati ku

Sendiri tanpa senja dan malam…

Komentar

Postingan populer dari blog ini

DEMONOLOGY versi Christine Frederica

Halo kawan - kawan! Kali ini saya mau menjelaskan asal usul  persetanan (demonology) versi saya . Versi saya merupakan hasil dari pembacaan alkitab dan ditemani penelusuran google yang indah ini. So, let's check it.  Awal mula saya penasaran tentang apa itu "Demonology" karena salah satu pendeta yang pernah saya temui adalah  ex dukun pernah bersaksi tentang "Demonology". Singkat cerita, saya jadi penasaran untuk "Tahu" bukan untuk "Mencoba" tentang apa itu "Demonology" dan apa kaitannya dengan "Iluminati" (akan dibahas blog saya berikutnya) Demonology adalah dari kata dasar Demon yaitu iblis/ setan; Logy  adalah ilmu, maka Demonology adalah suatu ilmu yang mempelajari tentang setan dan segala yang terkait tentang "setan".  Demonologist adalah suatu profesi yang berkaitan dengan supranatural tentang iblis dan setan, berkaitan cara memanggil dan memulangkan juga mempelajari konsekuensi dari berseku...

Romansa Cinta di Jogja

Sepasang kekasih mengait hati yang tak terduga Membenci, awal dari rasa cinta itu Hingga jatuh dan lupa akan benci yang tercipta Romansa mengubah takdir Amukan purnama dalam diam Dinginnya angin malam menemani kekasih Kini hati yang fana Mencintai bagai Ramayana Berjuang untuk cinta sejati di Kota Istimewa Penghalang demi penghalang Mengubah takdir tanpa mengubah rasa Melangkah dengan langkah sigap Menanti tiap resiko yang akan terjadi Cinta tak semenyakitkan itu Hanya yang rela berkorban saja Memahami arti cinta seutuhnya Bukan karena bodoh, tapi berjuang Berjuang untuk suatu alasan Tanpa mengenal siapa Pahlawannya Biarkan rasa ini tumbuh di tanah istimewa Bagai Rama yang menjaga Sinta dengan seutuhnya Kisah Ramayana mengayomi tiap lembar hati ini Demikian cinta sepasang kekasih tertaut... Insipirasi Novel Raksasa dari Jogja  

Tidak Penting

  Tidak penting Dua kata namun sangat menyakitkan Katamu, katanya, dan kata mereka Ceritaku sangat tidak penting Aku berpikir, apa aku terlalu banyak bicara? Sampai - sampai kata "tidak penting", Menjadi sebuah bumerang bagiku Sejujurnya, aku hanya tidak tahu saja Bagaimana mengekspresikan apa yang ada dihatiku Aku hanya mampu bercerita dengan jelinya Sehingga mungkin membuat pendengarku tidak nyaman Lain kali, aku hanya menjadi telinga Biar kalian menjadi bibirnya, aku bisu Aku berpikir, lebih baik diam dan mendengar Daripada mengatakan yang tidak penting untuk didengar Aku hancur, jujur Namun tidak apa, aku hanya harus terbiasa Terbiasa untuk mendengar dan menyimpan ceritaku sendiri Apa aku tidak cukup pandai bercerita? Atau mereka hanya ingin didengar tanpa mendengar kembali? Aku sadar, yang mengerti diri kita hanya diri sendiri Kadang bercerita apa yang terjadi hari ini, dimalam hari Membuat dadaku sesak, menjadi lega setelahnya Maaf atas segala ce...