Ketika masa putih abu - abuku habis. Kisah cintaku juga habis. K etika masuk awal perkuliahan Kisah baru pun juga menghampiri. Seandainya aja dahulu aku tau, bahwa cintaku hanya indah sesaat di putih abu - abu. Memang benar adanya, berakhir mengabu. Ah, sungguh nahas sekali rupanya. Aku pun tak tahu mengapa begitu yakin, bahwa yang sesaat itu akan menjadi selamanya. Aku jujur, cinta itu emang indah. B ergantung pada siapa kamu sedang mencinta. Tapi jangan mencinta, kalau tak siap buat patah hati. Karena dari pertemuan akan ada perpisahan. Entah berpisah secara tragis atau baik baik saja, atau mungkin bisa menjadi akhir yang berlanjut bahagia. Semua bergantung pada orang yang kita cintai dan Tuhan. Ya, kini aku sedang tidak siap untuk patah hati. Patah hati yang lalu terlalu berat. Hingga mau bangun kembali pasti jatuh lagi. Sudah, lebih baik ku bereskan dahu...
Seorang yang ingin menuangkan tulisannya lewat puisi - puisi bertakjub hal yang mungkin pernah dilupakan.