Langsung ke konten utama

Postingan

DEMONOLOGY versi Christine Frederica

Halo kawan - kawan! Kali ini saya mau menjelaskan asal usul  persetanan (demonology) versi saya . Versi saya merupakan hasil dari pembacaan alkitab dan ditemani penelusuran google yang indah ini. So, let's check it.  Awal mula saya penasaran tentang apa itu "Demonology" karena salah satu pendeta yang pernah saya temui adalah  ex dukun pernah bersaksi tentang "Demonology". Singkat cerita, saya jadi penasaran untuk "Tahu" bukan untuk "Mencoba" tentang apa itu "Demonology" dan apa kaitannya dengan "Iluminati" (akan dibahas blog saya berikutnya) Demonology adalah dari kata dasar Demon yaitu iblis/ setan; Logy  adalah ilmu, maka Demonology adalah suatu ilmu yang mempelajari tentang setan dan segala yang terkait tentang "setan".  Demonologist adalah suatu profesi yang berkaitan dengan supranatural tentang iblis dan setan, berkaitan cara memanggil dan memulangkan juga mempelajari konsekuensi dari berseku...

Bukan Aku, hati

Andai waktu dapat ku putar Tidak akan ada ruang lagi  'Tuk ku patahkan kembali hati ini Hancur lagi apa yang ku bangun Mengapa aku dapat sebodoh ini?  Aku gagal memperbaiki semuanya Hatiku, diriku, kamu Seharusnya memang tak bersama (lagi) Aku harus sadar diri Hati ini hanya terjebak  Kenangan yang ku mau Bukan kamu, bukan kamu lagi Cukup kataku... Hatiku hambar antah berantah Apa itu cinta? Seperti apa bentuknya?  Rupanya? Wanginya?  Aku lelah, maafkan aku hati Aku salah memulai langkah ini Mari lepaskan kembali(lagi) Dia bukan untukku, bukan 'tuk kita Dia bukan dia lagi... Maafkan semua, ini salah ku. 24/05/20  -CF

Corona Virus (COVID19)

Teruntuk virus corona  Tega pikir ku. Setitik dirimu menggemparkan dunia setitik dirimu menyeludup hingga seluruh bangsa Terbuat dari apa hatimu?  Hingga ribuan insan berpulang Hingga ribuan tangis pecah, 'tak ucap kata pisah Nahasnya manusia kau buat! Cepatlah pergi! Kami rindu bumi kami Corona,lihatlah!  Langit membiru hari ini, apa itu baik? Ku harap. Bumi semakin sehat ku lihat. Manusia menepi, Bumi menepi, Mahluk menepi. Sunyi, tak ada asap, tak ada mesin, tak ada lalu lalang. Semua menepi sejenak, entah menjadi berkat atau kutuk darimu. Tuhan, kapan ini berakhir?  Manusia merasa tak sanggup menepi Hari raya pun menjadi terpuruk Kami rindu kami yang dulu  Cepat lah pulih bumi ku  Cepat lah pergi Corona! #CF